Skip to content
SINTAS IndonesiaSINTAS Indonesia
    • About
      • Mission
      • Our Team
      • Legal
      • Careers
      • SINTAS Conservation Fellowship
      • Contact
    • Our Projects
      • Sumatra
      • Java
    • News & Publication
      • News
      • Blog
      • Peer-Reviewed Paper
      • Book
      • Conservation Planning
    • Technology
      • Camera Trap
      • GPS Collar
      • Drone
    • SINTASpedia
      • Education Materials
      • Tiger
      • Javan Leopard
      • Clouded Leopard
      • Marbled Cat
      • Golden Cat
    • Partners
    • Support Us

    Blog

    • News
    • Blog
    • Book
    • Peer-Reviewed Paper
    • Conservation Planning
    • News
    • Blog
    • Book
    • Peer-Reviewed Paper
    • Conservation Planning
    SINTAS Wins The 2025 Photo Story Competition by Conservation Standards
    February 19, 2026

    SINTAS Wins 2025 Photo Story Competition by Conservation Standards This article was originally published by [...]

    Menyatu dengan Alam, Belajar dari Lapangan: Cerita Magangku di Yayasan SINTAS Indonesia
    December 9, 2025

    Menyatu dengan Alam, Belajar dari Lapangan: Cerita Magangku di Yayasan SINTAS Indonesia Oleh Ferdinand Sella [...]

    Property of SINTAS Indonesia
    Pencarian Kalung GPS (GPS Collar) Harimau Sumatera Puti Malabin
    June 3, 2025

                     Pencarian Kalung GPS (GPS Collar) Harimau Sumatera [...]

    bukbasung (ANTARA) - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat bersama Yayasan SINTAS Indonesia membentuk Patroli Anak Nagari (Pagari) Koto Tinggi, Kecamatan Gunung Omeh, Kabupaten Limapuluh Kota untuk pencegahan dan penanganan konflik satwa liar dalam upaya mewujudkan masyarakat yang aman dan dapat hidup berdampingan dengan satwa liar khususnya harimau sumatera. Pengendali Ekosistem Hutan BKSDA Sumatera Barat Rusdiyan P. Ritonga di Lubuk Basung, Kamis, mengatakan ada 10 warga setempat yang telah diseleksi dan ditunjuk oleh wali nagari atau kepala desa setempat. "Mereka orang dipilih oleh wali nagari yang merupakan perwakilan setiap jorong di daerah itu," katanya. Ia mengatakan mereka dilatih selama tiga hari 29 April sampai 1 Mei 2025 tentang materi diantaranya kebijakan konservasi harimau sumatera, bioekologi, pengamanan hutan dan perlindungan satwa liar, navigasi, penggunaan camera trap dan penanganan konflik satwa liar. Setelah itu praktek lapangan berupa patroli, penanganan konflik manusia dengan satwa liar. "Dua hari materi tentang teori, satu hari praktek lapangan tentang patroli dan penanganan konflik harimau," katanya. Rusdian berharap dengan adanya pelatihan dan pembentukan ini akan terwujud nagari ramah harimau dan dapat menciptakan kondisi masyarakat yang dapat hidup berdampingan dan berbagi ruang dengan satwa, serta mandiri dalam melakukan penanganan awal konflik harimau sumatera di wilayah nagarinya. "Konflik yang tidak terkendali akan menyebabkan kerugian yang luar biasa dari kedua pihak yakni alam harimau sumatera dan manusia," katanya. Ia mengakui BKSDA Sumbar telah membentuk delapan Pagari yang tersebar di Kabupaten Agam empat Pagari, Solok satu Pagari, Pasaman tiga Pagari dan Limapuluh Kota satu Pagari. Delapan Pagari itu dibentuk bersama Yayasan SINTAS Indonesia dan Centre for Orangutan Protection (COP). Pembentukan Pagari ini sebagai upaya mendorong pelibatan secara aktif masyarakat yang berdomisili di nagari rawan terjadinya konflik satwa harimau dalam kegiatan penanganan dan deteksi dini. "Ini dalam menyikapi beberapa peristiwa konflik satwa liar, karena Pagari yang dibentuk berada di daerah konflik satwa dengan manusia," katanya. Sementara Koordinator Biodiversity Team Yayasan SINTAS Indonesia Fernando Dharma mengatakan dengan adanya Pagari yang baru ini dapat menambah deteksi dini dan mitigasi konflik yang lebih maksimal terutama di Kabupaten Limapuluh Kota dan secara khusus Sumbar. Yayasan SINTAS Indonesia siap memberikan dukungan kepada BKSDA Sumbar dan Pagari untuk menjaga biodiversiti keanekaragaman hayati dan ekosistem dari program kegiatan yang akan dilakukan kedepannya. "Kami siap memberikan dukungan dalam menjaga biodiversiti hayati dan ekosistem dari program kegiatan yang akan dilakukan kedepannya," katanya. Wali Nagari Koto Tinggi Insanul Rijal mendukung pembentukan Pagari ini sebagai upaya pelibatan aktif masyarakat dalam penanganan konflik sebagai nagari yang berada di tepi habitat harimau sumatera. "Kehadiran Pagari bisa memberikan respon cepat terhadap informasi terjadinya konflik," katanya. Pewarta : Yusrizal Uploader: Jefri Doni COPYRIGHT © ANTARA 2025
    BKSDA Sumbar-SINTAS Indonesia Bentuk Pagari di Koto Tinggi Cegah Konflik Harimau
    May 9, 2025

    Tim Pagari Koto Tinggi, Kecamatan Gunung Omeh, Kabupaten Limapuluh Kota sedang praktek lapangan patroli kawasan [...]

    Laporan Kemajuan Survei Nasional Macan Tutul Jawa
    February 26, 2025

      Catatan Separuh Langkah Java-Wide Leopard Survey. (Dok Biro Humas Kementerian Kehutanan) SIARAN PERS Nomor: [...]

    FAKULTAS KEHUTANAN UGM dan Yayasan SINTAS Indonesia Jalin Kerjasama untuk Konservasi Macan Tutul Jawa
    March 26, 2024

    Yayasan SINTAS Indonesia dan Fakultas Kehutanan UGM (Dok SINTAS) Oleh Humas FKT – Fakultas Kehutanan [...]

    WORKSHOP KONSERVASI KUCING LIAR DI EKOSISTEM LEUSER (PANTHERA SURVEY)
    March 19, 2024

    Workshop Konservasi Kucing Liar di Ekosistem Leuser (Dok. Forum Konservasi Leuser) Oleh Meidina Fitriana – [...]

    Turut Serta dalam Pemasangan GPS Collar Tiga Harimau Korban Konflik
    March 18, 2024

    Pemasangan GPS Collar pada Harimau Sumatera (Dok. Pribadi Ariq) Oleh Ariq Faizzikri – Halo Saki [...]

    Peringatan Hari Hidupan Liar Sedunia – World Wildlife Day 2024: Connecting People and Planet: Exploring Digital Innovation in Wildlife Conservation
    March 15, 2024

    Sesi Diskusi I: Gawai Canggih Penyelamat Satwa (Dok. Forum Multispesies) Oleh Forum Multispesies – Indonesia [...]

    Petualangan dalam Pelatihan Teknis Survey Macan Tutul se-Jawa
    February 29, 2024

    Simulasi Praktek Navigasi Darat Pelatihan Teknis JWLS. (Dok Pribadi Mahesa) Oleh Mahesa Al Brian – [...]

    KLHK Mulai Kegiatan Survei Spesies Kunci Macan Tutul Seluruh Pulau Jawa
    February 29, 2024

    Kick-off Meeting Java-Wide Leopard Survey. (Dok KLHK) SIARAN PERSNomor: SP. 046/HUMAS/PPIP/HMS.3/2/2024 Kementerian Lingkungan Hidup dan [...]

    BKSDA Sumbar: keberadaan PAGARI sangat membantu penanganan konflik satwa
    January 22, 2024

    Pelaksana harian Kepala BKSDA Sumatera Barat Antonius Vevri menyerahkan piagam kepada PAGARI. (Dok Antara/Yusrizal) Lubukbasung [...]

    Peringatan Global Tiger Day: Masyarakat Sumatera Barat Bersatu dalam Pendidikan Konservasi
    August 31, 2023

    [...]

    Survei Awal Sumatra-wide Tiger Survey di Desa Poldung Jae
    August 25, 2023

    [...]

    Selagi masih ada yang bisa diambil, kenapa tidak?
    August 24, 2023

    [...]

    Keberagaman yang Saling Menguntungkan
    August 24, 2023

    [...]

    Kembalikan Rasa Kepedulian Terhadap Lingkungan untuk Kelestarian Harimau Sumatera dari Usia Dini
    August 15, 2023

    [...]

    Konflik Manusia dan Harimau, Kapan Berakhir?
    August 15, 2023

    [...]

    Paling Misteri: Kelinci Belang Sumatera, Si Paling Langka di Dunia
    May 10, 2023

    Kucing belang sumatera (Nesolagus netscheri).Foto oleh BKSDA Sumatera Barat, SINTAS Indonesia dan San Diego Zoo [...]

    Sumatra-Wide Tiger Survey di Kawasan Hutan Provinsi Sumatera Barat Periode Januari – Maret 2023
    May 10, 2023

    Foto bersama tim survei yang terdiri dari Biodiversity team leader SINTAS Indonesia, masyarakat lokal, dan [...]

    Berpartisipasi dalam Kegiatan Sumatra-Wide Tiger Survey di Sumatera Barat
    May 9, 2023

    Pengambilan foto jejak satwa dan cakaran beruang. OLEH Rini Hasanah – Hallo #sakiSINTAS, Nama saya [...]

    Magang Sumatra-Wide Tiger Survey di Sumatera Utara
    April 2, 2023

    Bersama tim survey di kantor Kepala Desa Sampean, Kecamatan Doloksanggul. OLEH RIZKY ARIF – Halo [...]

    Pantau Macan Tutul, Puluhan Camera Trap Telah Terpasang di Lereng Raung
    January 4, 2023

    Pemasangan kamera jebakan di lereng Raung,Oktober 2022 untuk pantau macan tutul jawa TRIBUNJATIM.COM, BANYUWANGI – Puluhan [...]

    Satwa tak muncul, BKSDA-Pemnag Pasia Laweh sepakati hentikan penanganan konflik
    December 26, 2022

    Petugas BKSDA Sumbar, Yayasan SINTAS Indonesia dan Pemerintah Nagari Pasia Laweh (Antara/Yusrizal) Lubukbasung (ANTARA) – [...]

    Wabup Agam imbau warga ikuti SOP BKSDA terkait konflik dengan harimau
    December 24, 2022

    Wakil Bupati Agam Irwan Fikri sedang melihat penggunaan teknologi drone thermal DJI Mavic 2 Enterprise [...]

    The Training of Camera Trap Installation for Javan Leopard Monitoring
    October 21, 2022

    Luaran yang ingin dicapai melalui kegiatan pelatihan ini yaitu peserta dapat mengoperasikan kamera pengintai, mengetahui [...]

    Javan Leopard Monitoring in Meru Betiri National Park
    October 21, 2022

    Meru Betiri National Park with Ujung Kulon National Park and Gunung Halimun Salak National Park [...]

    Learn How to Use the Maximum Entropy for Modelling of Sumatran Tiger Habitat Suitability
    October 18, 2022

    Salah satu tahapan mitigasi konflik manusia dan harimau adalah pelepasliaran kembali harimau yang telah tertangkap [...]

    Balancing Act: Sharing Space with Tigers in West Sumatera
    September 15, 2022

    While a large portion of the Sumatran tiger population lives within the protection of national [...]

    The Installation of Camera Traps
    July 14, 2022

    [...]

    Leuser Ecosystem
    July 14, 2022

    [...]

    The Marbled Cat
    July 14, 2022

    One of the beautiful wild cat was photographed by camera trap in Leuser Ecosystem. The [...]

    Pocket Book: Hiduik Badakekan jo Inyiak Balang
    January 3, 2022

    The Sumatran tiger is subspecies of the tiger and native to Indonesia and currently have [...]

    SINTAS Indonesia 2021 in Pictures
    December 30, 2021

    2021 is all wrapped…! We have a lot of experiences to be grateful for. Even [...]

    Local Engagement
    August 27, 2021

    [...]

    Macan Tutul Jawa, Sang “Penjaga” Hutan yang Semakin Terdesak Hidupnya
    August 13, 2021

    Tradisi di masyarakat Jawa menunjukkan, macan tutul jawa adalah simbol kemakmuran dan penjaga hutan yang [...]

    Bring Sipogu Back to Her Home
    July 30, 2021

    On July 23, 2021, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA, the Provincial Nature Conservation Agency) [...]

    Panthera Camera Trap
    July 28, 2021

    [...]

    Wildlife And Habitat
    July 14, 2021

    [...]

    Private Sector Engagement
    April 14, 2021

    [...]

    Biodiversity Team
    November 29, 2019

    [...]

    About

    Our Projects

    News & Publication

    SINTASpedia

    Partners

    Support Us

    About

    Our Projects

    News & Publication

    SINTASpedia

    Partners

    Support Us

    © SINTAS Indonesia. All Right Reserved
    Developed by Tokoweb.co
    • About
      • Mission
      • Our Team
      • Legal
      • Careers
      • SINTAS Conservation Fellowship
      • Contact
    • Our Projects
      • Sumatra
      • Java
    • News & Publication
      • News
      • Blog
      • Peer-Reviewed Paper
      • Book
      • Conservation Planning
    • Technology
      • Camera Trap
      • GPS Collar
      • Drone
    • SINTASpedia
      • Education Materials
      • Tiger
      • Javan Leopard
      • Clouded Leopard
      • Marbled Cat
      • Golden Cat
    • Partners
    • Support Us