Kolaborasi Berbagai Pihak Sukses Gelar Puncak Global Tiger Day 2026 di Kota Padang, Gaungkan Semangat “Menghubungkan Ruang, Menyelamatkan Kehidupan

Kolaborasi Berbagai Pihak Sukses Gelar Puncak Global Tiger Day 2026 di Kota Padang, Gaungkan Semangat “Menghubungkan Ruang, Menyelamatkan Kehidupan

Oleh Muhammad Arif

Padang, 26 Juli 2026 – SINTAS Indonesia bersama dengan beberapa kolaborator seperti BKSDA Sumatera Barat, WWF Indonesia, Centre for Orangutan Protection (COP), Forum Harimau Kita, Tiger Heart, dan Keanekaragaman Hayati Sumatra (KHS) Departemen Biologi Universitas Negeri Padang (UNP) sukses menyelenggarakan puncak peringatan Global Tiger Day 2026 melalui aksi kampanye publik di kawasan Car Free Day (CFD) Kota Padang pada Minggu (26/7). Mengusung tema “Menghubungkan Ruang, Menyelamatkan Kehidupan”, kegiatan ini menjadi penutup rangkaian Pekan Harimau atau Tiger Week yang berlangsung sejak 21 Juli 2026 sekaligus mengajak masyarakat untuk memahami pentingnya menjaga keterhubungan habitat sebagai kunci keberlangsungan harimau sumatra (Panthera tigris sumatrae) dan keseimbangan ekosistem.

Global Tiger Day diperingati setiap tanggal 29 Juli sebagai momentum internasional untuk meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya perlindungan harimau dan habitatnya. Tahun ini, SINTAS Indonesia bersama kolaborator menghadirkan rangkaian kegiatan yang menjangkau berbagai lapisan masyarakat melalui pendekatan edukasi, kolaborasi, dan partisipasi publik.

Selama sepekan, SINTAS Indonesia melaksanakan berbagai kegiatan yang dimulai dari Visit School di SDN 14 Andaleh dan SDN 17 Sitingkai, dilanjutkan dengan sosialisasi konservasi kepada masyarakat di Nagari Matur Hilir dan Nagari Koto Rantang. Seluruh rangkaian tersebut berpuncak pada kampanye publik di kawasan Car Free Day Kota Padang yang melibatkan masyarakat secara langsung dalam menyuarakan pentingnya pelestarian harimau sumatra.

Puncak perayaan berlangsung meriah dengan dihadiri masyarakat dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak, pelajar, mahasiswa, komunitas, keluarga, hingga pegiat lingkungan. Melalui berbagai aktivitas edukatif dan interaktif, masyarakat diajak memahami bahwa menjaga ruang hidup satwa liar berarti menjaga keberlangsungan kehidupan bersama.

Beragam kegiatan diselenggarakan sepanjang acara, di antaranya Pawai dan Jalan Santai yang membawa pesan konservasi kepada masyarakat, Open Booth SINTAS Indonesia bersama Mitra yang menghadirkan informasi mengenai perlindungan satwa liar serta penjualan merchandise konservasi, mini games dan kuis edukatif, face painting bertema satwa liar, hingga lomba mewarnai bagi anak-anak sebagai sarana menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini.

Selain menjadi ruang edukasi, kegiatan ini juga menjadi simbol kuatnya kolaborasi lintas sektor dalam mendukung konservasi keanekaragaman hayati Indonesia. SINTAS Indonesia berkolaborasi bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat, World Wildlife Fund (WWF) Indonesia, Centre for Orangutan Protection (COP), Forum Harimaukita, Tiger Heart, serta Keanekaragaman Hayati Sumatra (KHS) Departemen Biologi Universitas Negeri Padang. Dukungan dari berbagai mitra tersebut menunjukkan bahwa upaya menjaga harimau sumatra hanya dapat berhasil melalui kerja sama yang melibatkan pemerintah, organisasi konservasi, akademisi, komunitas, media, sektor swasta, dan masyarakat.

“Tema ‘Menghubungkan Ruang, Menyelamatkan Kehidupan’ mengingatkan kita bahwa masa depan harimau sumatra sangat bergantung pada kemampuan kita menjaga keterhubungan habitatnya. Konservasi bukan hanya tentang melindungi satu spesies, tetapi juga memastikan ekosistem tetap berfungsi sehingga manusia dan satwa liar dapat hidup berdampingan secara harmonis. Kami mengapresiasi seluruh pihak yang telah berpartisipasi dan berharap api semangat kolaborasi ini terus tumbuh menjadi aksi nyata di masa mendatang,” ujar Niken, Communication and Awareness Officer, SINTAS Indonesia.

Harimau sumatra merupakan predator puncak yang memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan rantai makanan dan kesehatan ekosistem hutan. Namun, tekanan akibat hilangnya habitat, fragmentasi bentang alam, serta konflik antara manusia dan satwa liar masih menjadi tantangan besar dalam upaya pelestariannya. Oleh karena itu, menjaga konektivitas habitat menjadi salah satu langkah strategis untuk memastikan spesies ini tetap bertahan di alam liar.

Melalui rangkaian Global Tiger Day 2026, SINTAS Indonesia berharap semakin banyak masyarakat yang memahami bahwa konservasi bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau organisasi lingkungan, melainkan tanggung jawab bersama. Kepedulian terhadap alam dapat dimulai dari langkah sederhana, seperti menyebarkan informasi yang benar, mendukung program konservasi, serta menjaga kelestarian lingkungan di sekitar kita.

SINTAS Indonesia menyampaikan terima kasih kepada seluruh mitra, relawan, peserta, media, dan masyarakat yang telah berkontribusi dalam menyukseskan rangkaian Global Tiger Day 2026. Semangat “Menghubungkan Ruang, Menyelamatkan Kehidupan” diharapkan terus menginspirasi lahirnya kolaborasi yang lebih luas dalam menjaga harimau sumatra dan keanekaragaman hayati Indonesia.

Leave a Reply