SINTAS Update: Menyambut Global Tiger Day 2026, SINTAS Indonesia Gelar Aksi Edukasi dan Kampanye Masif di Sumatera Barat

SINTAS Update: Menyambut Global Tiger Day 2026, SINTAS Indonesia Gelar Aksi Edukasi dan Kampanye Masif di Sumatera Barat

Oleh Muhammad Arif

PADANG, SINTAS Indonesia – Dalam rangka memperingati Hari Harimau Sedunia atau Global Tiger Day 2026, SINTAS Indonesia bersiap menggelar rangkaian aksi konservasi multisektoral yang berlangsung dari tanggal 21 Juli hingga 26 Juli 2026. Berpusat di wilayah Padang dan sekitarnya, rangkaian kegiatan tahun ini mengusung misi besar untuk memperkuat benteng perlindungan Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) langsung dari akar rumput, mulai dari generasi muda hingga masyarakat urban.

Sebagai predator puncak sekaligus simbol spiritualitas rimba Sumatra, eksistensi Sang Loreng kini berada di titik kritis akibat fragmentasi habitat dan konflik spasial. Melalui momentum Global Tiger Day 2026, SINTAS Indonesia hadir membawa strategi edukasi interaktif dan kampanye publik untuk merajut kembali kesadaran koeksistensi antara manusia dan satwa liar.

Berikut adalah lini masa dan rangkaian kegiatan besar yang akan dilaksanakan selama pekan perayaan Global Tiger Day 2026:

  1. Menanam Benih Konservasi Lewat Visit School

Edukasi sejak dini menjadi kunci keberlanjutan konservasi. Tim SINTAS Indonesia akan mengunjungi dua sekolah dasar terpilih untuk memberikan pemahaman dasar mengenai pentingnya menjaga kelestarian harimau dan ekosistem hutan. Rangkaian kunjungan akan dilaksanakan pada:

  • 21 Juli 2026: SDN 14 Andaleh
  • 23 Juli 2026: SDN 17 Sitingkai

Melalui metode belajar sambil bermain (fun learning), pemutaran video, dan dongeng konservasi, kegiatan ini bertujuan untuk memantik rasa cinta, meningkatkan kesadaran, serta membangun karakter berani bicara bagi anak-anak untuk ikut menjaga lingkungan hidup di sekitar mereka.

  1. Sosialisasi Komunitas: Merajut Harmoni di Tapal Batas Hutan

Konflik antara manusia dan satwa liar kerap kali bersumber dari sengkarut pemanfaatan ruang. Oleh karena itu, SINTAS Indonesia akan turun langsung ke tengah masyarakat untuk melakukan sosialisasi interaktif guna mengurai potensi gesekan lapangan. Sosialisasi ini akan berfokus pada peran aktif warga dalam mendukung kelestarian satwa liar di daerah penyangga, yang dijadwalkan pada:

  • 22 Juli 2026: Nagari Matur Kaciak
  • 24 Juli 2026: Koto Rantang

Materi sosialisasi tidak hanya menekankan pentingnya Harimau Sumatera sebagai umbrella species penjaga keseimbangan alam, tetapi juga memberikan pembekalan taktis mengenai mitigasi konflik berbasis perlindungan komunitas dan satwa.

  1. Puncak Perayaan: Aksi Kampanye Publik di Car Free Day (CFD) Kota Padang

Sebagai penutup rangkaian pekan konservasi, SINTAS Indonesia akan menghentak pusat kota lewat aksi kampanye urban masif yang melibatkan partisipasi publik secara luas.

  • Hari/Tanggal: Minggu, 26 Juli 2026
  • Lokasi: Area Car Free Day (CFD) Kota Padang

Acara puncak ini dirancang untuk menyatukan berbagai lapisan masyarakat dalam menyuarakan perlindungan Sang Loreng. Berbagai keseruan dan agenda menarik yang siap memeriahkan area CFD Padang antara lain:

  • Pawai & Jalan Santai Bersama: Berjalan mengelilingi area CFD sembari menyuarakan yel-yel dan pesan kampanye perlindungan Harimau Sumatera.
  • Open Booth SINTAS Indonesia: Pusat informasi, edukasi konservasi harian, pembagian flyer edukatif, hingga penjualan merchandise resmi yang seluruh keuntungannya akan didonasikan untuk program pelestarian satwa.
  • Aktivitas Interaktif & Mini Games: Tersedia fasilitas face painting (lukis wajah) bertema satwa liar, kuis berhadiah, dan wahana edukasi publik.
  • Lomba Mewarnai: Ruang kreativitas bertema alam dan satwa yang dikhususkan bagi anak-anak.

Tak hanya bergerak sendiri, pada kesempatan kali ini, SINTAS turut berkolaborasi bersama BKSDA Sumatra Barat, World Wildlife Fund (WWF) Indonesia, Centre for Orangutan Indonesia Protection (COP), Forum Harimaukita, Tiger Heart, dan Konservasi Hayati Sumatra (KHS) UNP. Melalui perayaan Global Tiger Day 2026 ini, SINTAS Indonesia mengajak seluruh elemen masyarakat—mulai dari akademisi, pemerintah, komunitas lokal, hingga masyarakat kota—untuk berhenti menjadi penonton pasif atas penyusutan ruang hidup satwa liar kita. Keberanian kita untuk berbagi ruang secara terhormat adalah penentu apakah generasi mendatang masih bisa melihat siluet indah Sang Loreng berjalan merdeka di rimba Sumatra, atau hanya menyisakan cerita di buku sejarah.

Sampai jumpa di Padang! Mari bersama-sama gaungkan suara: Harimau Sumatera Menolak Punah!

 

Leave a Reply